Memahami Buyer’s Journey dan Contohnya

Jaman sekarang konsumen semakin pintar dalam membeli suatu barang atau jasa. Mereka tidak perlu bahkan kebanyakan tidak mau (merasa risih) didatangi oleh sales. Tetapi ada sebagian yang mau / terbuka didatangi oleh sales dimana kemungkinan besar prospek ini sudah berada salah satu tahapan Buyer’s Journey dibawah ini.

Bilamana Anda adalah seorang Sales atau Marketing, ada baiknya Anda memahami Buyer’s journey supaya Anda dapat menggunakan skillset Anda disaat / tahapan yang tepat dan meningkatkan kemungkinan Anda untuk closing sales Anda atau mendapatkan leads atau mendapatkan traffic (pengunjung).

Buyers_Journey_with_Explanatory_Text-1
sumber: https://blog.hubspot.com/sales/what-is-the-buyers-journey

Definisi Buyer’s Journey

Berikut definisi-definisi Buyer’s journey.

a framework that acknowledges a buyer’s progression through a research and decision process ultimately culminating in a purchase.

conductor.com

The buyer’s journey is the active research process a buyer goes through leading up to a purchase.

hubspot.com

Jadi buyer’s journey adalah tahapan-tahapan yang prospek lalui sebelum mereka melakukan pembelian. Tahapan-tahapannya adalah

  • Awareness (kesadaran, kebutuhan)
  • Consideration (aktif mempelajari lebih lanjut, pertimbangan, perbandingan)
  • Decision (Faktor-faktor yang memutuskan diambilnya solusi / jasa / produk untuk kebutuhannya.)

Contoh Buyer’s Awareness

Tidak ada ilmu marketing universal yang bisa diterapkan oleh semua Bisnis. Akan tetapi semua prospek pasti melalui masa-masa Buyer’s Journey seperti diatas. Berikut tabel Buyer’s journey prospek yang ingin bangun rumah.

Awareness
Prospek ingin bangun rumah tetapi
  • Bingung mau borong tenanga atau borong total.
  • Bingung beli rumah baru saja atau bangun rumah.
Consideration
Prospek sudah jelas ingin bangun rumah saja dan mulai penelitian.
  • Prospek mencari informasi sebanyak-banyaknya yang berhubungan dengan membangun rumah menggunakan borong tenaga dan borong total.
  • Mencari tau informasi mengenai bahan material dan harganya.
  • Browsing desain-desain rumah sesuai kebutuhannya.
  • Belajar desain rumah menggunakan software gratis/berbayar.
  • Mencari calon-calon arsitek.
  • Mencari calon-calon kontraktor borongan.
  • Mencari tau desain interior yang cocok dengan eksteriornya.
  • Mempelajari Feng Shui.
  • Memilih warna-warna cat untuk masing-masing ruangan.
  • Browsing desain-desain kamar mandi.
  • Browsing desain-desain taman, garasi, teras rumah.
  • Membuat estimasi biaya yang dibutuhkannya.
Decission
  • Prospek bertemu dengan calon tukangnya.
  • Prospek review calon-calon tukang
  • Prospek cari review arsitek rumah.
  • Cari jasa tukang yang kasih keuntungan / diskon (promosi).

Dengan Anda mencari tau atau mengarang tahapan-tahapan buyer’s journey prospek Anda maka Anda akan makin mengenal jalan pikir para prospek Anda. Anda bisa mengisi kekosongan atau kebutuhan mereka dimasing-masing tahapan, dan hal ini dapat mendongkrak kepercayaan prospek kepada Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *