9 Prinsip-Prinsip Content Marketing

Dijaman digital sekarang, tahun 2018 rata-rata manusia menghabiskan waktu 136 menit tiap hari konsumsi di sosial media saja dan terus menaik dari tahun ke tahun. Jumlah pengguna Internet di tahun 2018 sudah menyampai 3.8 Milyar pengguna! Ini menandakan bahwa peran Content Marketing akan semakin penting dan menjadi prioritas bagi para pengusaha untuk tetap exists di dunia digital internet. Bila Anda ingin mengetahui statistik menarik berhubungan dengan content marketing silahkan baca link-link dibawah ini.

Definisi Content Marketing

Sebelum kita beranjak ke prinsip-prinsip Content Marketing, definish Content Marketing wajib kita pahami terlebih dahulu. Memahami definisi Content Marketing dapat membantu Anda memahami tujuannya Content Marketing.

Berikut definish-definisi Content Marketing menurut para pakar Digital Marketing Strategist

“Content marketing is a strategic marketing approach focused on creating and distributing valuable, relevant, and consistent content to attract and retain a clearly-defined audience — and, ultimately, to drive profitable customer action.”

Joe Pulizzi, Founder, Content Marketing Institute

“It is a strategy of producing and publishing information that builds trust and authority among your ideal customers.”

Neil Patel, Co-Founder, Crazy Egg & Hello Bar

 “Content marketing is an inbound methodology. Rather than interrupting prospects with sales pitches they don’t care about, you instead demonstrate value to qualified traffic with content tailor made to solve their problems.”

Zachary Chastain, Head of Community Engagement, Thought Labs

 “A plan to grow and engage your customer base that is built around discovering what you can do for someone else, developing and delivering related content, and then measuring the results.”

Robert McGuire, Owner, McGuire Editorial & Consulting

 “It isn’t advertising. It isn’t push marketing, in which messages are sprayed out at groups of consumers. Rather, it’s a pull strategy—it’s the marketing of attraction. It’s being there when consumers need you and seek you out with relevant, educational, helpful, compelling, engaging, and sometimes entertaining information.”

Rebecca Lieb, Principal, Conglomotron LLC

Dari 5 Definisi Content Marketing di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa content marketing adalah salah satu strategy digital marketing dalam bentuk komunikasi bertujuan untuk menarik para calon dan pelanggan dengan menggunakan content-content berkualitas, bermanfaat, sangat membantu, memberikan wawasan yang disajikan dalam bentuk video, audio, artikel, kabar berita, infographics (pada umumnya dalam format digital / internet / online) untuk menciptakan kepercayaan, otoritas, brand awareness, traffic, engagement, conversion, leads (calon pelanggan) dan akhirnya sales.

Dari landasan definisi, tujuan dan arahan yang jelas maka kita bisa berlanjut ke prinsip-prinsip atau dasar-dasarnya Content Marketing.

Objektif Content Marketing Anda Yang Jelas

Anda perlu menentukan objektif-objektif yang ingin Anda capai dengan melakukan Content Marketing campaign. Pilihlah objektif yang sesuai dengan kemampuan sumber daya Anda (waktu, uang dan tenaga).

  • Leads (calon pelanggan / prospektus)
  • Traffic (pendatang / visitor ke situs Anda)
  • Penjualan / sales / profit
  • Brand awareness
  • Brand loyalty
  • Expansi market
  • Membuat demand (permintaan) untuk produk yang baru diluncurkan
  • Menguasai segmen pasar

Setiap objektif-objektif yang Anda pilih tentunya beberapa memiliki pendekatan yang berbeda. Ada pula beberapa yang memiliki pendekatan yang bersimpangan dan paralel. Dalam arti lain Anda bisa menjalankan lebih dari satu objektif secara paralel dikarenakan memiliki proses yang sama.

Perlu diketahui juga bahwa tidak semua objektif cocok bilamana Anda hanya mengandalkan content marketing saja. Dengan memahami prinsip-prinsip Content Marketing dan digabungkan dengan paid online advert (iklan berbayar) di sosial media dan search engine maka peluang tercapainya objektif semakin cepat terjadi! Tapi itu semua kembali lagi tergantung dari sumber daya tim marketing Anda.

Memahami Sifat Target Prospek

Setiap prospek memiliki sifat yang berbeda-beda dikarenakan mereka berada di posisi buyer journey yang berbeda-beda.

Ada 3 tahapan buyer journey

  • awareness (kesadaran, pengenalan)
  • consideration (pertimbangan, perbandingan)
  • Decision (keputusan)

Tentunya tiap-tiap tahapan memiliki beda pendekatan.

Untuk tahapan awareness dan consideration biasanya dubutuhan sebuah sebuah content marketing yang PUSH (mendorong) produk / jasa yang menciptakan kebutuhan di kehidupannya calon pelanggan. Pada dasarnya PUSH strategy mendorong informasi-informasi perihal jasa atau produk Anda dihadapan prospek untuk menciptakan sebuah kesadaran dan kebutuhan. Tidak semua prospek di tahapan awareness langsung beli jasa / produk Anda, mereka lanjut ke tahapan consideration (pertimbangan, perbandingan, ingin belajar lebih lanjut).

Di tahapan consideration, Anda bisa menggunakan metode PUSH dan PULL content marketing contoh via email, search engine, sosial media. Lalu ke tahapan terakhir yaitu Decision. Ditahapan ini prospek sudah memiliki hasrat untuk segera membeli dan Anda hanya perlu PULL content marketing strategy saja. PULL marketing yang bisa digunakan bisa saja dalam bentuk kolaborasi dengan influencer yang menyebabkan viralnya jasa / produk Anda dan meningkatkan hasart prospek untuk membeli.

Mengutamakan Kualitas Content

Content yang berkualitas tentu adalah pusar dari Content Marketing. Disinilah wajah dan reputasi perusahaan dan produk Anda di pajang dihadapan para prospek. Berikutlah kriteria konten yang berkualitas. Tidak semua konten wajib memiliki semua kriteria dibawah ini, paling tidak minimal harus ada 4 kriteria.

  • Memiliki referensi
  • Memiliki statistic kredibel
  • Memiliki gambaran visualisasi data
  • Menyentuh hati (personal)
  • SEO Optimized
  • Relevan dengan bidang Bisnis Anda menandakan bahwa anda punya otoritas dalam bidang tersebut.

Menciptakan Hubungan (relationship) Menggunakan Content Marketing

Content Marketing harus menciptakan sebuah hubungan dengan prospek yang Anda tujukan. Jangan penuhi content marketing Anda dengan sales atau jualan secara terang-terangan. Lakukanlah penjualan secara discreet (bijak sana / hati-hati). Prospek akan jenuh bila konten Anda dipenuhi dengan aksi jualan.

Untuk menciptakan sebuah relationship tentunya ini berbeda-beda caranya tergantung ukuran perusahaan (baru merintas atau yang sudah bertahun-tahun exists). Secara general untuk menciptakan hubungan spesial antara perusahaan dan prospek pertama-tama harus adanya TRUST (Kepercayaan). Trust didapatkan dari banyak faktor seperti produk review oleh reviewer independent, pengalaman / umur perusahaan, nahkodanya perusahaan dll.

Akan tetapi khusus untuk content marketing secara sederhana Anda hanya perlu menciptakan sebuah content yang bermanfaat bagi prospek, disupport oleh pakar-pakar industri dan memiliki data-data yang kredibel. Anda sampaikan dalam sebuah cerita berformat video, blog, video blog (vlog), studi kasus atau white paper (buku putih) yang didistribusikan via situs perusahaan, email list dan sosial media Anda.

Bilamana TRUST sudah dibangun maka content marketing Anda akan lebih mudah membangun hubungan dengan prospek. Prospek Anda akan dengan senang hati untuk share content Anda ke kerabat, sahabat dan keluarganya via sosial media atau network komunikasi (whatsapp, bbm, line). Dengan begitu akan menjadi memungkinkan content Anda menjadi viral.

Judul dan Isi Content yang Menarik / Mengajak (Engaging)

Engaging itu ada dua arti, Menarik dan Mengajak.

Setiap manusia punya waktu 24 jam dan memiliki kesibukannya masing-masing. Bila Anda ingin mendapatkan perhatian mereka, buatlah judul content yang menarik supaya mereka buka dan baca content Anda! Percuma bila Anda memiliki content yang berkualitas tetapi judulnya tidak menarik. Buatlah semenarik mungkin supaya mendapatkan traffic / pengunjung ke content situs Anda dan mungkin menjadi viral.

Untuk menciptakan content yang engaging mungkin Anda dapat memanfaatkan berita-berita yang lagi trending di dunia sosial media untuk keuntungan Anda. Contoh ada sebuah bisnis yang mengandalkan tragedi kasus pembunuhan kopi vietnam tiga atau empat tahun yang lalu (ini sebelum kafe-kafe kopi lagi trending seperti sekarang). Lalu perusahaan ini memasarkan kopi vietnam melalui content marketing via sosial media instagram disaat prospek penasaran rasanya kopi vietnam. Disaat itu pula pembeliaan meroket dan masih terus laku sampai saat ini.

Seperti contoh di atas, Anda mungkin bisa memanfaatkan situasi kondisi disekitar daerah Anda untuk keuntungan Anda.

Contoh yang lain mengenai Engaging Content (konten yang mengajak). Misalkan di bagian akhir content, Anda mengajak para pembaca untuk melakukan sesuatu yang Anda minta (subscribe youtube, subscribe email list, registrasi dll) atau menanyakan pendapat mereka perihal pendapat Anda. Hal-hal ini adalah content engagement.

Emosional Content

Salah satu tujuan content marketing juga adalah untuk terjadinya engagement. Tim Content Marketing dan Customer Relationship tim Anda dapat berkerja sama untuk membuat content emosional dari hati para pelanggan Anda. Atau mungkin tim internal staff dan content marketing Anda berkerja sama membuat konten yang menceritakan pengalaman-pengalamannya kerja disitu, berkerja sama untuk mencapai visi dan misi perusahan. Dengan emosional video yang berhubungan dengan staff Anda maka ini menciptakan image yang baik bagi perusahaan Anda dan para pelanggan tentunya senang dengan adanya timwork yang professional mensupport para pelanggan Anda. Anda tidak perlu mempublikasikan emosional content keseringan demi menjaga diversity (keragaman) isi content marketing Anda.

Konsistensi Content Marketing

Ada 2 macam konsistensi, dalam kualitas dan publikasi.

Konsisten dalam kualitas artinya isi semua content Anda harus punya berkualitas. Lalu keyword-keyword yang Anda pilih harus berkualitas (dalam arti lain sesuai dengan subjeknya).

Konsisten publikasi artinya secara rutin (periodik) anda mempublikasikan content marketing di channel-channel Anda. Bila Anda tidak konsisten publikasikan sebuah content maka kompetitor akan memanfaatkan peluang ini untuk mengisi absennya konten dari Anda. Keuntungan konsisten posting sebuah konten Anda juga membuat prospek Anda antisipasi untuk membaca / menonon konten Anda. Ditambah lagi konsistensi akan meningkatkan SEO dan meningkat traffic ke situs Anda dengan begitu akan berdampak positif pada leads dan sales.

Jadi untuk memiliki konten yang konsisten itu sangat tergantung besar pada kemampuan sumber daya dan koordinasi tim kreatif Anda. Bilamana Anda memiliki target untuk membuat konten satu sehari maka Anda harus punya jadwal kerja tim kreatif yang bisa menciptakan content-content baru di hari-hari esoknya.

Multi-Channel Content Distribution

Bilamana Anda sudah menentukan objektif (tujuan / motivasi content marketing dan jenis prospek / buyer persona) maka Anda harus mengetahui channel-channel mana prospek Anda paling banyak aktifnya. Anda bisa melakukan riset untuk mencari tau demografisnya sosial-sosial media, para sosial media influencer, hashtag relevant dll supaya content marketing Anda dapat sampai sebanyak-banyaknya prospek. Semakin banyak prospek yang dapat anda dari multi channel content distribution semakin meningkat traffic, leads dan sales!

Content Promotion

Sekarang yang paling penting dari antara semuanya. Anda perlu melakukan promosi content Anda untuk meningkatkan brand awareness, traffic, leads dan sales.

Ada 2 jenis macam promosi. Bayar dan gratis.

Bayar:

  • Google ads
  • Youtube ads
  • Facebook ads
  • Sosial media influencer
  • Instagram ads
  • Twitter ads

Gratis

  • Promosi di sosial media
  • Webinar event
  • Live Event
  • Guest Post
  • Outreach ke editor atau influencer

Jurus jitu Content Promotion adalah melakukan promosi dimana kebanyakan prospek Anda aktif berada DAN jangan pelit mengeluarkan uang untuk iklan berbayar. Lalu pastikan iklan berbayarnya memiliki keyword-keyword yang sesuai dengan kontennya dan volume yang banyak di area geografi (negara) Anda. Tentunya Anda tidak mau menghabiskan uang banyak tetapi salah target demografi iklannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *